Wednesday, June 6, 2018

Alya Nadira Cinta Tak Hingga Ke Sepakbola

Alya Nadira Cinta Tak Sampai ke SepakbolaFoto: Agung Pambudhy/detikSport

Jakarta - Alya Nadira Trifiansyah pernah mempunyai hasrat menjadi pemain Timnas sepakbola putri. Tapi, harapannya kandas dan menemukan jalan di polo air.

Sepakbola memang sangat bersahabat dengan Alya. Dia putri bekas pemain Timnas di SEA Games 1987, Tias Tono Taufik.

Alya kecil kerap mengikuti sang ayah ke lapangan sepakbola. Bagi Alya, menggocek bola sudah otomatis dipelajarinya dikala ikut-ikutan ke lapangan itu.

Baca Juga: Alya Nadira Mengingat Uang Saku dan Naik Pesawat Pertama

"Di antara basket, waktu itu saya akut latihan di klub mama di Ragunan, voli, pencak silat, saya paling cocok ke bola. Aku mau banget untuk jadi pemain timnas," kata Alya mengenang masa kecilnya.

"Tapi, pada waktu saya berguru main bola, sepakbola wanita itu belum ibarat sekarang, futsal pun belum banyak kelompok usia kecil yang serius menciptakan pembinaan. Sekarang, di sekolah dan kampus banyak," ujar dia.

"Dulu sama papa dibilang enggak ada, nanti gres ada dikala umur 17 tahun. Tapi, ternyata saya enggak kesampaian. Tapi untuk penikmat bola, hingga kini masih terus mengikuti sepakbola," kata Alya.

Dalam prosesnya, Alya berlatih polo air. Dia menilai cabang olahraga polo air semenarik sepakbola, dengan sama-sama permainan dan dilakukan bersama tim. Bahkan, olahraga polo air lebih menantang alasannya yakni dilakukan di tengah bak renang.

Baca Juga: Rindu Dendam Alya Nadira di Polo Air

0 comments:

Post a Comment