Monday, June 4, 2018

Alya Nadira Tekuni Polo Air Alasannya Ada Unsur Kekerasan

Alya Nadira Tekuni Polo Air alasannya yaitu Ada Unsur KekerasanAtlet timnas polo air putri Alya Nadira (Agung Pambudhy/detikSport)

Jakarta - Alya Nadira Trifiansyah sempat menjajal banyak cabang olahraga. Dia mantap berkarier sebagai atlet polo air justru alasannya yaitu olahraga itu mengandung unsur kekerasan.

Alya, 21 tahun, memang lahir dari keluarga atlet. Ayahnya, Tias Tiano, merupakan salah satu penggawa tim nasional Indonesia di SEA Games 1987, yang juga mantan pemain Persija Jakarta. Ibundanya, Septi bekas pemain basket.

Sejak kecil, Alya sudah berlatih pencak silat, tenis, bulutangkis, basket, dan sepakbola. Kemudian, ia menjajal renang secara otodidak, menggandakan kakaknya yang ditangani seorang pelatih.

Prestasi Alya di renang mulai menanjak. Waktu itu, ia sudah menjadi andalan Jakarta Barat untuk pekan Olahraga Daerah (Porda).

Baca Juga: Lewat Polo Air, Alya Nadira Menatap Panggung Asia

Tapi, Alya belum benar-benar nyaman dengan latihan dan kompetisi di renang. Da lalu tertarik ketika menyaksikan latihan Timnas polo air yang juga ada di Stadion Akuatik kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Alya bertekad untuk dapat bergabung dengan Timnas polo air.

"Wah ini nih, olahraga yang seru. Di air, dapat tampol-tampolan, ada body contact. Dan betul ketika tampil di Liga di Padang kornea sobek, kena tonjok, bibir sobek, dada kehantam hingga pingsan di tengah kolam. Olahraga ini butuh mental dan fisik yang kuat," kata Alya dalam wawancara One on One dengan detikSport.

"Aku kan anaknya hiperaktif, saya melihat olahraga itu kayaknya seru nggak ngebosenin. Jadi, semenjak itu saya pas usia 14 tahun, sore latihan berenang, malem latihan polo air," ujar putri pasangan Tias Tano Taufik dan Septi Susanti itu.

Alya kian antusias dengan polo air sehabis ia mulai berlatih. Dia tak butuh waktu usang untuk melaksanakan teknik yang sempurna di polo air.


Baca Juga: Latihan Penuh Menuju Asian Games 2018, Alya Nadira Tetap Puasa


"Aku gres sebentar latihan sudah kelihatan bakatnya. Sebagai contoh, orang lain berguru lempar bola hingga tiga bulan, saya tiga hari sudah bisa," ujar Alya.

"Olahraga ini lebih menantang, lebih susah. Selain itu, saya dapat jadi trendsetter di sini," ia menegaskan.

Kini, berselang enam tahun semenjak perkenalan dengan polo air, Alya menjadi skuat inti Timnas polo air putri. Dia tengah berlatih keras untuk tampil di Asian Games 2018.



0 comments:

Post a Comment