Thursday, May 17, 2018

Berapa kewajaran Harga Sebuah Smartphone

Berapa Sih Kewajaran Harga Sebuah Smartphone?

Sumber foto: Sumber: Android Authority




Belakangan ini, para pecinta device disuguhi banyak berita seputar Samsung Cosmic system Note 8 yang di Indonesia sendiri kabarnya bisa dipesan mulai 8 September. Dengan spesifikasi kelas atas dan berbagai fitur menarik seperti S Pen dan double OIS pada double kameranya, cell phone tersebut dibanderol di kisaran harga US$ 929 atau setara Rp 12 jutaan.

Tren yang terjadi memang demikian adanya. Jika bicara mengenai leader, maka semua produsen cell phone mematok harga tinggi. Jika terus berjalan dengan ritme yang sama, maka tren harga cell phone akan menuju angka rata-rata US$ 1.000 atau di atas Rp 13 jutaan!

Bukan sekedar untuk mencari laba dari hasil penjualan, ostensible harga yang tinggi seakan menunjukkan tingginya kualitas cell phone. Padahal, hal itu tidak selamanya benar. Ucapan yang sering terdengar di masyarakat bahwa "harga gak bisa bohong" atau "ada harga, ada kualitas" seakan menjadi tolak ukur para produsen cell phone, baik produsen papan atas macam Apple dan Samsung, hingga para produsen asal Cina semisal Lenovo, Xiaomi atau Oppo.




material-smartphone
Sumber foto: Sumber: iPhone Hacks
Jika diuraikan seperti pada gambar di atas, maka total harga material smartphone jauh dari harga yang berlaku di pasaran kini. Lalu bagaimana jika ditambahkan dengan fitur-fitur canggihnya? Mungkin memang memakan biaya yang sedikit lebih mahal. Namun, biaya yang diperlukan nyatanya masih jauh di bawah harga ketika di jual ke pasaran.
Ambil contoh pada Galaxy Note 8, seperti dilansir dari Android Pit, dengan berbagai fitur canggih seperti S Pen dan sebagainya, total biaya pembuatannya sesungguhnya lebih rendah US$ 200 atau sekitar Rp 2,6 jutaan dari harga yang dibanderol.
smartphone-turunan
Sumber foto: Sumber: BTS Station Salah satu faktor yang membuat para produsen berani memasang harga tinggi, selain nama besar mereka, adalah karena kecenderungan masyarakat untuk menggunakannya dalam waktu yang lama. Pun jika sebentar, kebanyakan dari mereka akan lebih memilih menurunkannya ke saudara atau anak, lalu membeli smartphone yang baru.
Logikanya adalah: dengan jangka waktu penggunaan yang lama, maka dengan mematok harga tinggi di awal, harga jual tak akan terlalu kecil. Sehingga ketika smartphone hendak dijual dalam kondisi secondhand atau bekas, harganya pun tak terlalu rendah


0 comments:

Post a Comment